Berpetualanglah seluas-luasnya,menulis dan belajarlah sebanyak-banyaknya,cari pengalaman sedalam-dalamnya,bercita-citalah setinggi-tingginya,berdoa dan tawakal sesering-seringnya,kamu akan menemukan dirimu di sana

Selasa, 14 Oktober 2014

Beasiswa Data Print 2014

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun keempat. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2013, maka DataPrint
kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi
penggunanya.
Di tahun 2014 sebanyak 700 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi
dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan
keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa
untuk lebih berprestasi.
Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom
PENDAFTARAN pada web ini!
Pendaftaran periode 1 : 7 Februari – 30 Juni 2014
Pengumuman : 10 Juli 2014

Pendaftaran periode 2 : 1 Juli – 31
Desember 2014
Pengumuman : 12 Januari 2015

Peraturan
Persyaratan Umum:
1. Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat
SMP hingga perguruan tinggi untuk
jenjang D3/S1
2. Terlibat aktif di kegiatan atau
organisasi sekolah/perguruan tinggi
3. Tidak terlibat narkoba atau pernah
melakukan tindak kriminal
4. Tidak sedang menerima beasiswa
dari perusahaan lain. Jika saat ini
peserta masih menerima beasiswa dari
kampus, peserta berhak mengikuti
pendaftaran beasiswa dari DataPrint.
5. Penerima beasiswa di periode 2 tahun
2013 tidak dapat menjadi penerima
beasiswa di periode 1 tahun 2014.

Peraturan Lomba :
1. Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran
2. Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku
untuk satu kali registrasi
3. Pendaftaran tidak dipungut biaya
4. Isilah formulir dengan sebenar-
benarnya.
5. Kolom NAMA , diisi dengan nama lengkap
6. Kolom KODE KUPON , diisi dengan kode yang tertera pada bagian belakang kupon yang ada di dalam produk DataPrint
7. Kolom EMAIL , diisi dengan email aktif yang masih berlaku
8. Kolom NO TELPON , diisi dengan no HP atau no telpon rumah yang masih aktif dan bisa dihubungi
9. Kolom JENJANG PENDIDIKAN , diisi dengan jenjang pendidikan yang sedang
ditempuh saat ini.
Contoh: SMA, D3, S1
10. Kolom NAMA PERGURUAN TINGGI/
SEKOLAH , diisi dengan nama sekolah/perguruan tinggi tempat kamu menuntut ilmu.
11. Kolom PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH , diisi dengan prestasi dari kompetisi yang pernah diikuti.
Sertakan keterangan waktu dan
peringkat dalam kompetisi yang kamu ikuti tersebut.
Contoh: Juara Olimpiade Fisika tingkat
Nasional pada tahun 2012 atau pada saat
SMA
12. kolom KEGIATAN YANG PERNAH/SEDANG DIIKUTI, diisi dengan penjabaran partisipasi pendaftar beasiswa DataPrint pada kegiatan baik
di dalam maupun di luar lingkungan sekolah/kampus.
Aktivitas berupa kuliah atau belajar di sekolah, tidak termasuk prestasi.
13. Kolom LAMA MENGGUNAKAN
DATAPRINT , diisi dengan waktu penggunaan produk DataPrint.
Isi kolom ini dengan sebenar-benarnya karena kolom ini TIDAK
MEMPENGARUHI penilaian.
14. Kolom MENGETAHUI INFORMASI
BEASISWA , diisi dengan narasumber awal yang memberitahu mengenai
program beasiwa pendidikan DataPrint
15. Kolom NILAI RAPORT (BAGI
PELAJAR dan MAHASISWA BARU) , diisi
dengan total nilai secara keseluruhan
beserta jumlah mata pelajaran pada semester terakhir. Ingat, kolom ini
hanya diisi oleh pelajar atau mahasiswa
baru yang belum mempunyai IP.
Contoh: 98 dari 7 mata pelajaran
16. Kolom IPK TERAKHIR (BAGI
MAHASIWA) , diisi dengan nilai IPK atau jika belum memiliki IPK boleh diisi
dengan nilai IP semester terakhir.
Tuliskan juga semester yang sedang ditempuh. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh mahasiswa, bukan pelajar.
17. Kolom URL BLOG, diisi dengan copy
URL blog kamu yang memuat informasi mengenai beasiswa DataPrint bukan essay . Isi kolom ini jika kamu memiliki
blog. Pengisian pada kolom ini akan menambah poin pada penilaian.
18. Kolom ESSAY , diisi dengan karya tulis/essay berisi hasil pemikiran kamu sendiri sesuai dengan tema yang telah
ditentukan. Panjang penulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata. Tema akan berubah setiap periode.
Dilarang mengcopy paste tulisan orang lain. Jika bermaksud untuk menyadur atau mengutip tulisan orang lain, tuliskan juga sumbernya.
19. Beasiswa akan dibagi menjadi 2 periode.
20. Jika gagal di periode pertama,
peserta BOLEH mendaftarkan diri di periode selanjutnya.
21. Penerima beasiswa yang telah
mendapat dana beasiswa di satu periode TIDAK DAPAT menjadi penerima beasiswa di periode selanjutnya.
22. Waktu per periode:
Periode 1: 7 Februari – 30 Juni
Periode 2: 1 Juli – 31 Desember
22. Perincian pemenang per periode sebagai berikut:
PERIODE JUMLAH PENERIMA DANA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000

23. Penerima beasiswa akan diseleksi(bukan diundi) oleh tim dari DataPrint.
24. Panitia tidak menghubungi
penerima beasiswa. Nama penerima beasiswa dapat dilihat di website ini,
website DataPrint www.dataprint.do.id atau di www.facebook.com/
dataprintindonesia . Simpan fotokopi raport terakhir atau IPK terakhir dan kupon sebagai bukti sah verifikasi jika Anda terseleksi sebagai penerima dana beasiswa.
25. Dana beasiswa akan diberikan
sekaligus dan secara langsung kepada
penerima di periode tersebut.
26. Dana beasiswa akan dikirimkan dalam jangka waktu paling lambat satu bulan setelah pengumuman dan atau setelah selesainya pemberkasan dari
para penerima beasiswa.
27. Beasiswa akan ditransfer melalui bank BCA. Bagi penerima beasiswa yang
menggunakan rekening bank lain, biaya administrasi sebesar Rp 5.000 ditanggung penerima (beasiswa akan
dipotong Rp 5.000).
28. Penerima beasiswa akan
diumumkan di website DataPrint
www.dataprint.co.id , page Facebook
DataPrint www.facebok.com/
dataprintindonesia dan www.beasiswadataprint.com

Info lengkap kunjungi laman www.beasiswadataprint.com

Jumat, 12 September 2014

Janji

Pernahkah anda berjanji? janji pada siapa? Apa beda janji dan komitmen? Pernah berkomitmen pada diri sendiri? Ada beberapa janji/komitmen saya pada diri sendiri yang tak terpenuhi. Rasanya janji pada diri sendiri lebih sulit dari janji pada orang lain. Saat berjanji pada diri seringkali kita lupa bahwa kita pernah menyatakan komitmen tersebut dan malas melaksanakannya dengan berbagai alasan. Mulai dari hal sederhana sampai yang cukup kompleks. Saya pernah berkeinginan untuk rutin menulis setiap hari atau bangun dini hari untuk memanjatkan doa atau memulai hal baru yang ingin dijadikan kebiasaan. Tapi janji tinggal janji yang terkadang dilupakan meski telah dituliskan. I will try harder to make it happen. Hopefully like that.

Senin, 18 Agustus 2014

Mari Perjuangkan

Setiap orang punya mimpi. Bagitupun saya. Menjadi nyatanya mimpi atau sekedar tetap jadi mimpi sebuah mimpi bergantung pada kita yang memiliki mimpi tersebut.
Terkadang memang terasa berat. Godaan untuk berhenti memperjuangkan mimpi seringkali datang di saat kita merasa lelah.
Namun yakinlah sebuah mimpi besar harus diwujudkan dengan usaha dan tekad yang besar.

Ya Allah berikanlah petunjukMu agar aku menemukan jalan menuju nyata nya sebuah mimpi, berikanlah pertolonganMu dalam setiap ujian dan tantangan yang ada. Ingatkanlah aku pada setiap nikmat yang diberikan ditengah kesulitan agar aku tetap bersyukur. Ampunilah dosaku.amin

Sabtu, 16 Agustus 2014

Medsos mu - Harimau mu

Hai blog, tiba-tiba lagi kepikiran tentang status-status di media sosial yang cukup hmmmm... Ya kurang pantas dibagikan.

Kalau dulu ada istilah mulut mu harimau mu, sepertinya sekarang sudah bergeser via media.
Jadi ingat pengalaman kurang mengenakan yang saya alami 5 tahun lalu. Saat itu facebook sedang booming, saya ada project kelas. Saat itu sedang ada masalah yang saya pun lupa kenapa. Nah alih-alih saya ngasih masukan buat semua, malah saya yang kena imbasnya menjadi bahan bully. Apalagi teman-teman saya itu mengkritisi saya di tempat yang sama yaitu di status teman saya yang tentu nya bisa di baca semua orang. Duh kacau deh... Sebagian besar memojokkan pribadi saya sebagai individu. Jadi engga ada hubungan sama project tadi. Ya dari sana jadi cukup tau deh mana kawan mana teman dan tau pandangan orang tentang saya.
Sejak saat itu saya cukup berhati-hati menuliskan kata demi kata di media sosial.

Sekarang juga agak bergeser sih status-status yang ada. Dari yang tadi nya blak-blakan tentang apa yang dirasakan, beralih ke eksistensi diri.
Kalau di pikir-pikir apa coba tujuan.kita ngeshare lokasi kita sekarang dimana, lagi apa, sama siapa. Iya kalau yang kita bagi itu teman dekat semua, kalau bukan? mungkin kepuasan pribadi juga ya... Oke sebenernya untuk yang itu tidak terlalu masalah juga, hak pribadi.
Yang gaswat ya menuliskan ketidaksukaan pada seseorang (bukan public figure). Meski pake kode-kode ya beberapa orang pasti tau. Saya agak gimana gitu kalau baca status yang seperti itu.

Kalau linked in kan bisa di bilang cv online, saya lebih suka dan beberapa kali terbantu saat screening orang untuk dijadikan pembicara, mc, dll. Linked in lebih mengarah ke personal branding bukan sekedar eksistensi.

Semakin beragam media sosial, semakin bijaklah kita menggunakannya.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tradisi Lebaran

Hai blog.. Apa kabar? Cukup lama saya tidak posting, setelah peristiwa hilangnya laptop yang baru sebentar saya miliki dan raib begitu saja sehari sebelum pertambahan usia saya pada 5 Maret 2014. Hari ini, 26 Juli 2014, tepat di minggu penghujung Ramadhan. Saya ingin bercerita tentang tradisi lebaran di Indonesia. Lebaran khususnya lebaran hari raya Idul Fitri identik dengan silaturahmi, mudik, baju baru , ketupat, kue lebaran dan macam pernak-pernik lebaran lainnya. Namanya juga tradisi, jika tidak dijalani rasa nya ada yang kurang. Baik, kenapa saya kepikiran cerita tentang tradisi lebaran, karena kemarin saya baru saja mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Sragen, Jawa Tengah. Hampir sebagian besar orang yang berkunjung memiliki tujuan yang sama yaitu membeli pakaian baru. Ternyata euforia baju baru saat lebaran telah menjadi tradisi di Indonesia bahkan ada lagu anak-anak mengatakan baju baru alhamdulillah, dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa masih ada baju yang lama. Ada lagi tradisi unik lebaran di Indonesia, apalagi kalau bukan mudik. Hasil penelusuran saya di internet mudik bermakna mulih ke udik, meski banyak juga pengertian lain dari mudik. Mudik yang di tayangkan di televisi memang identik dengan mudik orang-orang asli Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menetap di kota-kota besar terutama Jakarta. Saat lebaran mereka akan bermigrasi kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara. Sekian cerita saya, memang tidak menceritakannya secara detail. Tapi ya begitulah yang sedang ingin saya tulis. Selamat hari lebaran.... :)

Rabu, 19 Februari 2014

Ceritalah

Aku menghampirinya, ia sedang memandang jauh dari lantai 2 tempat kami berada saat ini. Berdiri sambil memegang pagar panghalang.
“kenapa?” tanyaku
“engga” jawabnya
“bukan mau bunuh diri kan lo?” tanyaku lagi
“ya engga lah, mati kan di tangan Tuhan. Lagian kalau aku lompat dari sini yang ada malah luka-luka. Rugi dong gue kalau emang niatan mau bunuh diri tapi gagal”
“hahahaha. Bener banget”
“gue tuh lagi bingung. Tapi bingung apa yang gue bingungin”
Aku terdiam sejenak mendengar penjelasannya. Dia sendiri saja bingung dengan apa yang di bingungkan apalagi aku.
“ah lo, bosen gue, perasaan sering banget bilang kaya gitu. Ujung-ujungnya apa? Tetep engga cerita kan?” kataku padanya
“ya udah tinggalin gue sendiri dulu aja. Gue mikir dulu apa yang gue bingungin, apa yang gue khawatirin”
“ya udah, inget jangan bunuh diri ya.hahahaha. Lagian lo tuh keseringan mikir yang engga perlu dipikirin. Gue ke dalem dulu” aku meninggalkannya. Menyelesaikan yang perlu diselesaikan.
Beberapa menit setelah aku berada di dalam terdengar isak tangis dari luar. Siapa lagi kalau bukan sahabatku yang satu itu.
“eh kenapa? Tuh kan lo suka ngagetin gue aja” aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Ia duduk di lantai.
Ia tetap diam dalam tangisnya.
“ya udah tenangin diri dulu aja. Nanti kalau pengen cerita, cerita aja engga usah sungkan. Gue yakin lo bakal cerita kalau lo merasa perlu cerita. Emang engga semua hal perlu di ceritai ke orang. Kadang ada yang perlu di pendem sendiri” paparku sambil mengelus pundaknya.

Aku rasa hanya sedikit sentuhan dan kata penenang cukup sedikit memberi kekuatan. Itu guna nya teman.